Ustadz Syuhada Bahri Meninggal Dunia
Ketua umum DDII (Periode 2007-2015) Ustadz Syuhada Bahri dikabarkan meninggal dunia

Andalus.or.id – Kabar duka datang dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Ketua umum DDII (Periode 2007-2015) Ustadz Syuhada Bahri dikabarkan meninggal dunia pada Jum’at pukul 04.00 dini hari di Rumah Sakit Fatmawati tempat beliau dirawat atas penyakit yang dideritanya. Adapun rumah duka berada di kawasan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Jum’at, (18/2/2022).
Kabar duka tersebut menyelimuti keluarga besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Dimana sosok Ustadz Syuhada Bahri dikenal sebagai Da’i yang tangguh dalam menebar dakwah hingga ke berbagai pelosok di Indonesia.
“Sebelum subuh saya mendapat kabar dari whatsapp bahwa Ustadz Syuhada Bahri meninggal dunia. Ia meninggal di hari Jumat, hari yang mulia dalam Islam. Ustadz Syuhada Bahri adalah dai yang handal di masyarakat. Memulai dakwah dari daerah terpencil, kemudian ia merambah dakwah ke masyarakat perkotaan. Keluarga besar Dewan Dakwah kehilangan tokoh umat ini,” ujar Ketua DDII Depok Ustadz Nuim Hidayat.
Ustadz Syuhada memegang pimpinan Dewan Dakwah selama ‘dua periode’. Pria dengan 12 anak ini selain pernah menjadi Ketua Dewan Dakwah juga menjadi Ketua Lembaga Dakwah Parmusi. Di Parmusi, Persaudaraan Muslim Indonesia, Ia aktif menggerakkan dai-dai agar mau membina dan berdakwah di daerah pelosok. Salah satu daerah binaan Parmusi, adalah Mentawai.
Dalam akhir sebuah wawancara yang dilakukan oleh VoaIslam.com dan dipublikasikan pada Ahad, 9 November 2009. Ustadz Syuhada mengingatkan para Da’i agar tidak pernah lelah membina ummat.
“Saya hanya ingin mengingatkan dan mengajak kita semua agar jangan pernah lelah untuk mengajak ummat ini belajar dan belajar, lalu rapatkan barisan agar musuh tidak mampu memangsa meskipun hanya satu orang diantara ummat ini. Dan jangan lalai untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dihadapan, baik secara fisik maupun mental,” pesan Ustadz Syuhada Bahri.
“Peta dakwah kedepan semakin berat. Kalau zaman pak Natsir yang kita hadapi sangat jelas yaitu orang-orang Kristen, tetapi sekarang kita menghadapi orang-orang Islam yang merusak Islam. Realitas di lapangan, dakwahnya diberi kebebasan tapi diarahkan ke kanan menjadi sekuler yang oleh media dikatakan ini adalah Islam modern, kemudian ada yang digeserkan ke kiri transcedental yang menganggap semua urusan bisa selesai dengan zikir dan ini di ekspos oleh media sebagai dakwah yang sejuk. Sementara dakwah yang menanamkan ketaqwaan disebutnya teroris,” tegasnya dalam wawancara tersebut.
Ustadz Syuhada adalah dai yang mumpuni di keluarga Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Ia menjadi andalan untuk menyampaikan Islam dan berbagai hal yang terkait dengan masalah kebangsaan.
Selamat jalan Ustadz Syuhada, semoga kami bisa terus istiqomah melanjutkan perjuangan da’wahmu.
رحمه الله رحمة واسعة و أسكنه الفردوس الأعلى من الجنة